Dampak Industri 4.0 Bagi Pariwisata

Revolusi Industri sudah menjadi tuntutan sesuai kebutuhan zaman yang tidak bisa dihindarkan. Kita harus siap menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan berfikir kritis, kreatif, komukasi, dan bekerjasama. Dengan harapan juga akan melahirkan generasi yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.

Dalam mendorong pengembangan pariwisata, pada tahun 2018 Arief Yahya selaku menteri Pariwisata menekankan pentingnya perkembangan teknologi dalam mendorong sektor pariwisata di Indonesia.

Oleh karenanya Kementeriannya mendorong Pariwisata 4.0 agar membawa hasil signifikan pada sektor pariwisata Indonesia. Peringatan Hari Pariwisata Dunia (Word Tourism Day) sudah diperingati pada 28 september 2018 yang lalu dengan  membawa tema “Tourism and The Digital Transformation” atau sebagai Tahun Pariwisata dan Transformasi Digital.

 Pariwisata Indonesia telah memasuki era revolusi industri 4.0. Hal ini ditandai dengan berubahnya perilaku wisatawan yang sangat digital dan semakin dominannya wisatawan milenial.

“Sekitar 70% wisatawan melakukan search and share melalui platform digital dan lebih dari  50% inbound travellers kita adalah kaum milenial. Untuk itu, milenial harus memanfaatkan tourism 4.0sebagai sumber keunggulan kompetitif baru dalam memenangkan pariwisata di pasar global

Cepat atau lambat kemajuan ini akan terjadi di seluruh sektor. Sebagai persiapan menyambut era industri 4.0 Kemenpar kini sedang menyiapkan platform digital dengan nama New ITX  atau Indonesia Tourism Exchange. Platfom ini menjadi etalase produk pariwisata berwujud digital untuk mengakomodasi penggiat UMKM kecil, mikro, dan menengah

revolusi teknologi informasi digital pada bidang pariwisata yang dikenal dengan Pariwisata 4.0 telah dan akan terus membawa perubahan yang signifikan dalam penyelenggaraan kepariwisataan.

“Perubahan ini tidak hanya menciptakan berbagai peluang, namun juga berbagai tantangan bagi pariwisata pada setiap pilar kepariwisataan Indonesia dalam mencapai tujuan yakni mensejahterakan masyarakat Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya seperti termuat dalam keterangan resmi Selasa (17/9/2018).

Menurut Menpar, agar berhasil dalam penerapan sebuah teknologi membutuhkan kehadiran unsur kunci lainnya seperti sumber daya manusia (SDM) atau humanware, hubungan kerja/kolaborasi atau orgaware dan berbagai informasi deskriptif maupun preskriptif yang membuat teknologi tersebut dapat bekerja atau infoware.

Oleh karenanya ia mendorong Pariwisata Indonesia untuk mempunyai peran penting dalam menyongsong Pariwisata 4.0 terutama dalam kehadirannya di media sosial. Diharapkan para finalis dari generasi milenials itu bisa mem-viral-kan obyek-obyek wisata di destinasi wisata digital (digital destination) yang ada di seluruh Indonesia.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started